Pendakian Gunung Ungaran (9-10 mei 2009)

Hello semua.!!

He he he he.. :mrgreen: guyu sipek lah… Lucu soale. Waktu cari cari file yang kira-kira bisa di posting, eh malah dapat file CERITA pendakian gunung Ungaran 9-10 Mei 2009 yang lalu. Berikut ceritanya. Cekidot : :mrgreen:

Penaklukan gunung Ungaran

Huahem.. Akh… Akhirnya hari yang aku tunggu-tunggu datang juga. Memang hari ini hari libur namun aku tak merayakannya karena ini adalah hari Waisak. Tapi bukan itu yang jadi persoalan, hari ini adalah hari yang spesial buatku karena hari ini aku dan teman-teman pergi ke Semarang, tepatnya mendaki gunung Ungaran. Rasa kantuk tak bisa mengalahkan semangatku untuk segera bangun dan menunaikan sholat subuh. Setelah selesai sholat aku memanjatkan doa agar aku dan temen-temen selamat sampai ditujuan. Lalu aku pun mengecek kembali barang-barang yang harus dibawa. Ada senter, air mineral, sarung, jaket pokoknya yang suka adventure pasti tau. Lalu aku sarapan setelah mengecek barang-barang tadi. Yakh.. itulah kebiasaanku setiap pagi, bukannya mandi dulu baru makan tapi malah sebaliknya. Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 WIB, saatnya mandi karena sesuai perjanjian teman-teman harus kumpul jam 09.00 WIB. Mandi selesai langsung pake baju, celana, jaket, siap-siap masker dan sarung tangan karena kami akan menggunakan sepeda motor masing-masing. Cek kesehatan motorpun juga harus aku lalui, ternyata benar, rantai belum di beri pelumas.. hahaha.. Ga begitu penting sih.. tapi kalau dibiyarin akan rusak. Cek motor selesai, pamit ortu dan berangkat ke rumahnya Bebek. Jangan salah sangka dulu. Bebek adalah nama panggilan. Aslinya sih Dwi. Akh ga penting. Langsung aja.

“Bek!.” kataku.

“Ntar… baru mandi.” kata Bebek.

“Oalah… Ya wis tak tunggu.” kataku.

“Sip!.” kata Bebek.

Tak lama Eok dan Heru pun datang dengan wajah segarnya

“Siap ok?” kataku

“Siap dong!” kata Eok

“Kamu Ru?” kataku

“Lumayan..” kata Heru

Bebek pun akhirnya keluar dan kami pun berangkat ke basecamp. Oh iya aku belum cerita. Kami adalah orang-orang yang terkumpul dalam suatu wadah yang bernama “Nyanyian Kode the Adventure”. Sebuah perkumpulan orang-orang yang sukanya mendaki gunung dan touring wisata ke berbagai daerah. Dulunya yang punya ide membuat perkumpulan ini adalah kakakku sendiri. Dia juga yang memberi virus mendaki gunung kepada temen-temennya Basecampnya berada di komleks masjid Jami’ Wates. Dan ternyata setelah aku tiba, hanya terlihat 1 motor. Dalam banyanganku di basecamp tuh sudah banyak orang, ternyata hanya 1 orang saja yaitu kak Gondrek, sial……

“Nak-nak pada ke mana nih?.” Tanyaku

“Ga ngerti, biasa kan?. Orang-orang kita tuh senangnya mengulur waktu.” keluh Gondrek.

“Ho o ndrek! Betul itu” kata Eok.

“Liat aja nanti kita berangkat jam berapa.” kata kak Gondrek seperti sudah hafal.

Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB. Kak Candra pun datang dan membagi – bagikan stiker. Menit demi menit berlalu kami pun terlarut dalam sebuah pembicaraan yang tak penting. Yakh.. ngomongin anak-anak yang pada belum datang. Jam 10.30 WIB anak-anak sudah terkumpul semua, tapi ternyata masih ada kak TG yang belum ada. Setelah ditelfon, ternyata dia masih tidur, apes banget!. Akhirnya kami menunggu lagi sampe jam 11.00 WIB. Setelah itu, kami berdoa bersama sebelum berangkat. “Kere!! Hore!!” itulah yang kami teriakkan setelah selesai berdoa. Kami pun berangkat dengan menggunakan 10 sepeda motor dan yang ikut dalam petualangan kali ini berjumlah 19 orang.

Nampak Gunung Ungaran 2050mdpl dari kejauhan

Untungnya hari itu lumayan cerah, sehingga kami tidak mengalami kendala. Namun itu hanya berlangsung sampai di Magelang saja, pasalnya jalan raya Magelang hari itu sangat macet, dan kami memutuskan untuk mencari jalan tikus. Selang beberapa menit, kami melihat masjid, akhirnya kami berhenti di masjid itu untuk menunaikan sholat dzuhur sekaligus istirahat. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dengan agak susah karena kami tidak tau seluk beluk jalan yang kami lalui. Kami pun sampai bolak-balik mencari jalan. Disinilah kami kehilangan banyak waktu. Sudah tak tau jalan, medannya juga berat, naik turun dan sempit pula. Saat perjalanan kami sudah melihat gunung Ungaran yang menjulang tinggi. Akhirnya kami pun sampai di Secang dan kembali ke jalan utama menuju Semarang. Kami juga sempat melihat danau Rawa Pening.

Pukul 16.00 WIB kami tiba di Badungan. Kami disambut oleh hujan yang sangat deras yang memaksa kami untuk berteduh di depan pasar Badungan. 15 menit lamanya kami menunggu dan akhirnya hujan pun terhenti, tanda untuk kami meneruskan perjalanan. Jalan yang kami lalui sudah mulai naik turun pertanda sebentar lagi kami sampai. Dan benar, kami melihat plakat bertuliskan “Basecamp pendakian”. Kami pun mengikuti jalan tersebut dan jalannya sudah tidak beraspal tapi berbatu – batu padahal jalannya sangat curam, motor pun tersiksa. Pukul 16.50 WIB kami tiba di basecamp pendakian gunung Ungaran.

Bersama riris menaklukkan medan berat gunung ungaran

Dari situ kami telah disuguhi pemandangan yang luar biasa. Sayangnya itu tak bertahan lama karena tertutup kabut. Kami pun beristirahat sambil menunggu giliran untuk sholat Asar. Karena saking jauhnya perjalanan tadi perut kami mulai protes karena tidak diisi. Akhirnya kami makan di warung yang ada dan memesan nasi plus sayur. Wuih.. tak menyangka masakannya enak sekali. Beda kalau di rumah ga bakalan doyan aku makan makanan seperti itu. Ya udah lah.. kami kembali berkumpul sambil istirahat dan mulai membicarakan sesuatu yang tak penting

Pukul 18.30 WIB setelah semua selesai sholat maghrib kami berkumpul lagi dan bercanda-canda sambil menyanyikan lagu-lagu yang baru ngehit saat ini. Yang paling heboh adalah kak Dian, sempet-sempetnya bernyanyi ria yang entah lagunya tak karu-karuan. Karena suara adzan terdengar kami berhenti melakukan aktivitas tersebut dan mulai ngantri untuk berwudhu.

Setelah kami sholat isya’ tepatnya pukul 19.00WIB, kami beriap unutk berangkat dan mulai mengecek barang-barang. Setelah itu kami berkumpul dan berdoa agar dalam perjalanan di beri perlindungan dari Allah SWT.

Para Punggawa Nyanyian Kode

“Sebelum kita menaklukkan gunung ini marilah kita berdoa dahulu, berdoa di mulai.” kata kak Dian

“Cukup. Kere!!” kata kak Dian lagi

“Hore!!!!” teriak semua anak-anak NK

“Oke, nanti di perjalanan kita menggunakan kode “PAS MAS” untuk mengetahui ada orang yang tertinggal atau tidak.” kata bang Amad

“Siap dan!” kompak anak-anak NK

Akhirnya kami berangkat dengan dibarengi gerimis. Kami pun langsung disambut oleh hutan pinus. Oh iya, untuk posisi pencari jalan adalah kak Yakup karena dia sudah berpengalaman dalam mendaki gunung. Medan yang kami lalui masih landai, tapi di sebelah kana nada jurang yang cukup dalam sehingga harus ekstra hati-hati. Yang lucu adalah kak Fafa dia trus ngomel untuk berhati-hati. “Eh. Awas jalan licin!” itulah yang sering dia koar-koarkan kepada anak-anak NK. Mungkin karena saat pendakian sebelumnya, dia sering jatuh sehingga ingin berhati-hati agar kejadiannya tak terulang. Pos demi pos kami lewati tanpa berhenti. Akhirnya kami mendapati ada tempat pengolahan kopi, akhirnya kami memutuskan untuk berhenti dan mendirikan tenda karena sempuk, salah satu temen ku sudah tak kuat lagi. Mungkin karena badannya yang bonsor itu dia mudah kelelahan. Disitu kami saling bercerita. Uniknya, ini yang mungkin tidak banyak orang lakukan. Eok, kak Gondrek, kak Yakup dan terakhir orang paling suwung dan telmi di NK yaitu kak Benjo bisa-bisanya maen remi di tempat yang sangat dingin ini. Pokoknya orang-orang di NK itu memang unik-unik. Pukul 23.30 WIB tim kami terbelah menjadi 2 tim. Yang satu melanjutkan perjalanan, yang satunya lagi tidur nyenyak di tenda. Yang kasihan adalah Eok, dia tidurnya di luar. Tapi dia tetap tegar menghadapi musibah itu. Aku pun juga termasuk tim yang tidur di tenda bareng sama kak Candra, bang Amad, kak TG, Sempuk, Eok dan kak Bebek. Oh iya di perkumpulan kami ada 2 bebek, yang satu masih sebaya denganku dan satunya lagi udah kuliah tahap akhir. Kami pun tertidur lelap.

Tepat pukul 03.00 WIB kami meneruskan perjalanan. Tak berapa lama kami sampai di perkebunan teh yang sangat luas, Entah karena belum menyesuaikan suhu yang sangat dingin, badanku terasa lemas dan muncul keringat dingin, pertanda aku masuk angin. Akhirnya gara-gara aku perjalanannya melambat, ditambah lagi medan yang kami lalui sudah sangat curam. Sedikit-sedikit harus berhenti untuk istirahat. Entah dari mana energi yang ku dapat, aku mulai sehat kembali dan tak terasa sebentar lagi sampe di puncak. Sayang sekali cuacanya berkabut sehingga kami tidak bisa melhat panorama kota Semarang dari atas. Sesaat sebelum sampe puncak, kami melihat ada tenda yang kami kenal. Dan benar ternyata itu adalah tenda NK. Di dalamnya ada kak Dian, kak Yakup dan Dindit. Tapi yang ikut timku adalah Dindit. Saat itu menunjukkan pukul 04.15 saat kami sampai di puncak. Kami disambut oleh tiga tugu dan tiang bendera beserta bendera Merah Putih.

“Ahamdulillah!!!! Muncak juga akhirnya!.” teriakku karena saking senangnya

Horee Akhirnya muncak juga 😀

Ternyata dipuncak sudah berjejer tenda-tenda para pendaki yang sudah sampe duluan. Aku pun langsung menghampiri tenda Nyanyian Kode. Tak lupa aku juga menunaikan sholat subuh. Dan sayang sekali kami tidak dapat melihat sunrise karena tertutup kabut. Namun kami sudah cukup puas karena telah menaklukan gunung Ungaran yang mempunyai ketinggian 2050 mdpl. Memang itu tak setinggi gunung-gunung lain yang pernah aku daki, tapi medannya Ungaran juaranya. Dibanding gunung Merbabu, Ungaran masih lebih berat medannya. Tak lam kemudian kak Dian dan kak Yakup sampe di puncak dan anak-anak NK memberi sambutan kepada kak Dian karena dengan tubuhnya yang mirip buldozer itu dia dapat sampe di puncak waluapun dengan raut muka yang kelelahan dan tak enak dipandang. Ya.. walaupun kami tidak dapat melihat pemandangan, kami tetap berfoto ria untuk kenang-kenangan. Tepat pukul 08.00 WIB kami turun dan banyak anak-anak NK yang terkaget-kaget karena jalan yang mereka lalui ternyata sangat mengerikan. Tak ada hal menarik lainnya kecuali saat kami kembali di tempat pengolahan kopi dan bertemu sempuk dan juga kak Bebek. Kami dihentikan oleh hujan yang lebat dan berlangsung lama. Kak Gondrek, kak Dian dan kak Sri masih dibelakang sehingga kami harus menunggu. Namun karena hujan sudah reda dan ketiga orang teersebut tidak muncul-muncul, kami memutuskan untuk turun dahulu. Tepat pukul 12.00 WIB kami sampai di basecamp. Aku terkaget-kaget melihat pemandangan yang WOW sangat indah sekali, terlihat gunung Merbabu yang sangat besar dan tinggi. Disebelah Timur lebih mengerikan karena gunung lawu mengintip. Padahal gunung lawu terletak di Jatim. Mungkin saking besarnya gunung Lawu sehingga aku masih dapat melihatnya. Sudah 3 jam kami menunggu 3 orang yang tertinggal tadi. Namun akhirnya mereka muncul. Ternyata mereka tersesat saat melalui perkebunan teh. Menurut cerita mereka, jalan yang seharusnya dilewati terlihat seperti semak-semak dan tak mungkin dilewati oleh pendaki.

Akhirnya mereka memilih jalan lain, namun malah sampe di dusun promasan, dusun yang letak nya dekat dengan perkebunan tadi. Setelah mereka bertanya jalan untuk sampe basecamp, mereka kembali kejalan tadi dan jalan yang terlihat seperti semak-semak tadi berubah menjadi jalan yang lebar dan dapat dilalui. Hi… Mungkin ada demitnya kali. Karena didalam peta jalur pendakian ada jalur buntu dan dinamai kandang dhemit

Ha ha ha ha :mrgreen: Nih Galeri lainnya :

 

Nyanyian Kode Kere Hore! tampak ada Juragan DOHC di Bendera :mrgreen:

naik gunung tetep... Lemi....

de kode kode

 

Cuaca di puncak berkabut tebal..!!

Selesai 🙂

Iklan

23 responses to “Pendakian Gunung Ungaran (9-10 mei 2009)

    • loh ya jelas lah pak, Kalo udah naik 1x aja pasti pengen lagi, bisa mengagumi keindahan alam yang Allah ciptakan juga.! 😀

    • iyo paka, sayang sekali ngrusak pemandangan pas di basecamp nya, banyaaakkk banget, nganti di rekam pake Handycam :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s