The Untold Story of The Blue-st Thing in My World

Well yeah, maaf banget deh ya nih blog gak keurus beberapa dekade terakhir, maklum penyakit paling menyeramkan dan sangat sulit disembuhkan diseluruh jagad sedang merasuk ditubuh yang banyak dosa ini (malas). Sebenarnya  cuma belom nemu ide aja, kalo mau nulis brand new stuff yang beredar di jagad roda dua di Indonesia sudah banyak yang bahas sih! Tak ada yang menarik….

Bahahaha., kepancing artikel panas dari warung DOHC , ada cerita flashback tentang diriku dimasa lalu. ALAYERS., sound’s great huh..? Si Riris aku pakein karet paling tipis dijagad dunia motor! Ah, it was a huge mistake. Yep, memang dulu lagi booming kan model velg jari-jari kayak gitu,hmm lupakan! Bakar tuh ban setan!! Aku yo gak tahu sejak kapan modifikasi seperti itu dipake nama alay, yang terbesit sesaat sebelum memulai project itu adalah, wow! Kinclong yah, resik gitu, gak ada niatan yang lain selain ingin melihat riris terlihat bersih. Yayaya.. well, it still a huge mistake! Yep, salah milih ban kali ya. Seandainya ukuran ban 60/80 & 70/80 itu gak kebeli, si Riris gak secantik digambar itu. Bahaha.. Mungkin jalan pikiran otak ini dulu dan sekarang udah beda, tak taulah. Padahal waktu itu sudah kenal yang namanya blogsphere, sudah jadi komentator yang nyampah disana sini. Ada juga blog yang aku buat Cuma 2 post. Gak percaya? Nih.. riris

Lucu, geli, ngghateli,nggilani. Apa teori seorang Raditya Dika benar? Alay adalah bagian dari rentetan skema perjalanan hidup manusia Indonesia.
1.  Bayi
2. Anak-anak
3. Remaja
4. ALAY
5. Dewasa

Bahahaha, no comment dah! Kehidupan masa lalu bukankah mengajarkan sesuatu agar kita melakukan yang lebih baik dimasa kini dan masa datang bukan? So.. ehm here I am and never gonna back again. Tak apa, take it easy aja men..! 😀

Yeah, Riris udah kembali ditangan pemilik aslinya, tangan yang mungkin lebih baik. Seandainya sekarang masih ku pegang, mungkin cerita angka keramat 60/80 & 70/80 itu sudah hilang, berganti dengan ban yang lebih manusiawi. 3 tahun mungkin waktu yang terlalu singkat untuk mengarungi aspal bersama Riris. Aku bangga pernah memakai jasanya. Disaat yang lain heboh membuat proposal untuk motor baru mereka, aku hanya tinggal merawat motor peninggalan juragan DOHC ini. Itulah alasan kenapa aku bisa enjoy dengan Riris. Tak menghiraukan segala kekurangan yang ada pada Riris (Body kemrosak). Dikatain motor tua kek, motor lemot kek, no problem!! She told me everything about run although she lied to me about 140Kph.,(speedo ngaco). She told me how to ride a motorcycle. (pertama kali latihan pake motor ). She told me about adventure. And.. Riris adalah saksi bisu bagian hidupku yang indah ini.. Tsaah feel nya dapet banget! 🙂

Iklan

28 responses to “The Untold Story of The Blue-st Thing in My World

  1. HA HA HA mantab jeruuuuu, selamat , lahmu iso numpak motor gara gara si biru iki ……

    ……… tapi yo ojo karo nangis, gek ngarani pembunuhan karakter engko xi xi xi :mrgreen;

  2. You can have the new lover, but you can replaced the first one you loved & the one who loved you first.

    Tanpa periode “Alay”, mungkin saya gak tahu indahnya dunia motor, dinamika persaudaraan antar bikers & sensasi orgasmik dari harmonisasi pengendara-motor-jalan-lingkungan.

    #bebekRocks

    • ane juga pemakai karisma x 2004, diantara bebek honda tenaga ditanjakan mantaf……..body, sayap, & lampu blk getar juga euy…..!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s