Soal riding experience. Dah dijelaskan gamblang sama masdipo + ada video nya, beda nya pas diminta untuk test peak speed nya, saya dapet 138kph on speedo . check this out. 😆

Aluvimoto

Minggu 16 Desember 2012 kemarin merupakan momen istimewa, dimana kami para blogger lokal dan interlokal (jakarta :mrgreen: ) mendapat kesempatan untuk mengetahui lebih dalam seberapa “canggih” sih CB150R Streetfire aka teralis. Dengan pricing seharga 23.35 juta rupiah (harga jakarta), pastinya akan head to head dengan penguasa pasar mid-sport 150cc, siapa lagi kalau bukan yamaha vixion.

TMCblog & IWB

Hore ketemu (lagi) admin TMCblog & Iwanbanaran

Dengan modal mesin CBR150R yang canggih bin irit, desain serba meruncing, dan rangka teralis (AHM menyebutnya dengan Inovative Truss Frame :mrgreen: ), Ga tanggung tanggung AHM optimis membandrol dengan harga yang bisa dikatakan nyaman di kantong (affordable). Mengisi pasar sport 150cc segmen advanced performance oriented yang lowong karena selama ini hanya diisi oleh 3 peserta yaitu kawasaki ninja 150r, yamaha vixion, dan satria fu.

Lihat pos aslinya 835 kata lagi

Iklan

CB150R dan Dunianya!

Semua tester berpose, sebelum start.

 (pict from @HelloRico ).

Hello…

Yeah, jadi ceritanya begini. Kira kira beberapa minggu sebelum acara Honda Bikers Day 2012 dihelat, pas makan siang setelah kuliah tiba tiba  handphone low end ku berdering. Kring kring.. tulilit tulilit .. nomor siapa nih.. pas diangkat, aah.. sejenak terdiam menikmati suara halus yang menenangkan. Bayangkan sendiri kayak apa ya, susah diungkapin pake kata kata soalnya. Nah, ternyata yang telpun adalah mbak Siska Daulika HC3 AHM pusat. Ditanya tanggal segini blah…blah..blah bisa hadir ke HBD nggak. Sebenarnya masih mikir mau dateng apa nggak ke HBD, tapi karena dapet telpun dari mbak siska.. luluh dah hati ini. Bersama Koboys saya berangkat!

Tapi bukan HBD yang pengen diceritain di sini. Ehm, oke deh ceritain sedikit aja.. pas ke HBD dapet makan ayam kampung cap Mbok Berek. Dah itu aja ya., rasa? Tentu. Sedap! Oke jadi sebenarnya minggu kemaren HBD bukan inti acara bagi.. bagi bloger. Adalah riding experience yang menjadi goal AHM untuk mengundang bloger-bloger papan atas. Tentu harapannya jelas seperti yang sedang saya lakukan ini. But wait, Am I bloger papan atas? bloger terserah mah kalo saya. Klise.

pict from moko

pict from moko

Yep, CB150R. What can I say is eeeh.. masih bagusan si item! Tentu karena bagaimanapun kudu yang dipunya yang disanjung. Yang saya sorotin dari si CB ini adalah mesinnya. Iyalah! sebagai pemilik Old CBR saya penasaran sama mesin CB ini yang basis pengembangannya dari mesin CBR. Dan kemaren semua sudah terjawab sudah. Boleh mesin sama tapi ada pembeda yang membuat sifat CB & CBR jadi berbeda. Durasi Camshaft & sproket yang beda. Lupakan variabel lain. Itu sih menurut saya yang membuat beda banget. Kalo kalian mau dapet informasi tentang spec jangan baca tulisan ini. Liat yang lain aja udah banyakkan?

Ehm apa ya, oh ini aja deh, karena basic saya adalah management, mari belajar bersama. Coba yuk terapin apa yang didapet di kelas. Paling kentara disini adalah bagaimana AHM menciptakan competitive advantages di CB150R. Kalo menurut dosen saya sih ada 3C disini. C1 itu Company, intinya adalah efisiensi AHM dalam proses menciptakan CB150R ini cukup baik yang ujung ujungnya adalah cost leadership sehingga harga dapat ditekan sangat banyak. Dan AHM sukses kan membenturkan harga ke kompetitor sasarannya? Bahkan lebih murah. Lanjut ke C2 yakni Customer, ya kan, hasilnya bisa kalian lihat sendiri kayak apa CB150R ini. AHM itu jelas ingin merebut pasar mid end motor sport di Indonesia yang dikuasai Yamaha Vixion. Dimata konsumen design Vixion adalah patokan bagaimana bentuk motor sport naked yang enak dipandang atau ideal lah. Got it? Lanjut ke C3, Competitor, intinya adalah innovative, do the right things itu bagus, tapi do the better things itu lebih bagus! Buat sesuatu yang lebih baik. See? Design udah dibenturkan, jelas mirip banget sama vixion, AHM mencoba merebut mindset konsumen dari yang tadinya naked bike itu Vixion jadi CB. Segitu aja gak cukup,  better thing nya disini adalah engine yang dipake CB ini, dimana AHM menggunakan basis mesin CBR yang secara pasar diposisikan di top end untuk membantu menciptakan value added di CB150R ini. Sama casenya dengan Vario 125 dengan PCX . kayaknya udah pada tau semua deh, yang kayak gini kan nasibnya 11-12 dengan spek kalo di dunia blogsphere. Nah dengan begini semoga dasar marketing besok dapet A. 😆

Oke? Itu yang ada dipikiran saya selama presentasi product knowledge di Hotel Ambarukmo kemaren. Sebenarnya udah gak konsen sama presentasi, lebih membayangkan apa aja yang ada di restoran Hotel, bukan  tentang CB15oR nya karena yang saya kira itu bakal sama aja dengan si item..

Somewhere cool called Glagah!

Hello..hello..hello..
judul acak kadut karena gak ngerti mau ngasih judul apa yang pas untuk ini. Hari hari untuk berwasting time ria dengan bermalas-malasan udah selesai, yeah cerita yg ane dapat untuk menikmati alam ini cuma di satu tempat. Iye satu tempat 2 hari. Walaupun jauh dari cukup untuk mendapatkan ketenangan…

Glagah, pantai yang ikonik di Kulon Progo. Pantai yang mainstream.. Hah apalah namanya. Niat cuma mau cari udara segar yg menurut cerita sih bisa buat terapi asma. Yee ane punya penyakit ini, entah datang dari mana yang jelas bikin susah. terakhir cek up divonis gak boleh ndaki gunung lagi sama dokter. Beuh.. hancur dunia ini.. haha. Nei, ane tetep akan mendaki dengan syarat yang lebih ketat & persiapan yang lebih matang aja. Oke, kembali ke Glagah, critanya ane berangkat sendirian untuk sesi pagi yang bener-bener emang buat mencari udara segar. Tancap gas dari rumah ba’da subuh menembus udara Wates yang dingin & berkabut sama sirino, brrr…

Karena emang bukan hari libur, sampai di TKP sepi puol! Syahdu banget ane cuma berjalan sendirian cuma ditemani headset yang memutar mp3 dari Owl City.. Trus apa yang ane dapet? Sedikit ketenangan & mood booster buat hari itu.. Berganti sore hari, ada sms masuk ke ane dari temen kecil yang sebenarnya besar ngajakin keluar yaudah balik lagi ke glagah aja liat sunset. Baca lebih lanjut

Of June

Ada banyak cerita dibulan ini dalam kehidupan, jika diingat ingat dibeberapa tanggal, di suatu siang…

Pemilihan waktu hanya di ambil dari suatu kejadian aja. Sebenarnya bukan itu yg ingin aku tunjukkan. Ini cuma masalah ukuran & hitungan mundur kehidupan ini aja.

Bagaimana seorang anak manusia mulai mempertanyakan buat apa dia hidup atau dia hidup untuk apa? Sebuah kebutuhan akan eksistensi biar dia bisa bertahan hidup dan diakui keberadaannya.

Ketika alur kehidupan sudah terasa ada beda dari sebelumnya. Lebih kompleks dari sebelumnya. Ada tanggung jawab besar yg dia bawa. Bukan cuma sekedar membuka mata untuk melihat dunia yg fana ini dan menikmatinya. Dia bisa jadi bebas memilih jalan, namun gak semua jalan itu baik.

Ehm. Teman, ada seorang temanku pernah menulis “jangan membuat orang mengerti kita, tapi kita dulu yang kudu mengerti mereka”. Kata kata yang sarat akan makna. Orang bilang ini kata kata dalem banget. Yeah I agree with it.. Dengan begitu kita akan mudah mendapatkan tempat berbagi. Iya, berbagi rasa senang maupun duka di setiap segmen dari skenario kehidupan ini. Indah bukan? Apa kita akan melalui hidup ini sendirian tanpa ada kawan? So bad lah.. Menyalahi kodrat manusia yang katanya makhluk sosial ini. Sosial atau? Ehm.. Maaf buat kalian yang pernah tersakiti oleh seonggok daging yg penuh ego ini. Mungkin kadang ada suatu unsur kesengajaan yang keterlaluan, bisa juga ketidaksengajaan yang menjadi keterlaluan. Tubuh ini manusia biasa bukan pembawa risalah.. Jadi maafkanlah. Aku masih dan akan terus membutuhkan kalian tentunya. 🙂

Ini hanya sebuah instrospeksi diri di hari berkurangnya umur aja sih, mengamati apa yang sedang terjadi, apa yang akan terjadi. Ketika alur itu tiba tiba kehilangan arah secara perlahan dan akan merusak dirinya sendiri. Hanya kalian yang bisa membantu mengembalikan arah ini, bimbinglah, bawalah ke alur semula yang sebenarnya hampir terbentuk. I need it a lot..

June 11th 2012..

Valentino Rossi Saat Jongkok, What are you doing Vale?

Still Legend, right?

Biasanya, kalo sudah membicarakan tentang ke”jongkok”an atau bahasa jawanya ndhodhok bakal gak jauh sama kaskus eh, kakus, buang hajat dan lain-lainnya. Yaah, kalo ini beda bung! Ini Jongkok di MotoGP! Dan hanya Rossi yang paling suka jongkok diantara pembalap MotoGP lainnya. Semoga karena seringnya dia jongkok gak bikin prestasinya juga jongkok. Oke it’s just a Joke baby.. stay cool yah. Yang namanya Rossi itu tetap LEGEN.. wait for it… DARY, yeah Rossi still legendary bro! No matter what are they(Ducati Corse & Rossi) doing now. 🙂 Baca lebih lanjut

Something Happen to This Secret Project!

Maap ye judul pake bahasa Inggris muluk..

Bicara soal tampilan, dari dulu, mata ini paling seneng liat yang namanya velg lebar. Yah, walaupun presepsi ini tak berlaku untuk melihat teman hidup laki-laki. Yah u know what I mean lah. Kalian pasti tau betapa kurusnya si SIC, CBR150R generasi pertama, body ramping, siluet buntut nungging yang maknyosss! Lebih fotogenik dibanding adik barunya. Tetapi jika melirik velg, bah kurang kekar bro!

Sebagai empunya SIC, hasrat untuk merombak tak tertahankan, modal gak ada, yang ada nekat nodong juragan DOHC dengan sistem kredit! yep, konyol sekali.. Bahaha. Singkat kata 2 gelondong velg  sudah ditangan, yang ada dipikiran langsung ganti warna yang cukup mencolok, langsung bawa ke ahli cat order warna silver, penjelasannya, warna velg kudu semirip mungkin dengan suatu motor rakitan Thailand. And.. this secret project will come to the end…. until… Baca lebih lanjut